Publikasi Media
| Berita |
| Arsip Berita |
| Tulisan |
Welcome
| Beranda |
| Hubungi Kami |
| Links |
| TENTANG KAMI |
| PUBLIKASI |
| SEARCH |
Kampanye
| Bulletin |
| Buku |
| Poster |
| Kertas Posisi |
Login Form
Random Photo
Beranda
Arsip Berita
Tahun 2000
FMI-ST dan LBH Rakyat kecam Polisi
Arsip Berita
Tahun 2000
FMI-ST dan LBH Rakyat kecam Polisi | FMI-ST dan LBH Rakyat kecam Polisi |
|
|
|
| Ditulis Oleh Ferry | |
| Sabtu, 01 Maret 2008 | |
|
SKH Nuansa Pos, Kamis 9 November 2000 FMI-ST dan LBH Rakyat kecam Polisi Palu, Nuansa Pos Terkesan Main Hakim sendiri, polisi mendapat kecaman dari berbagai pihak setelah anggota Brimobdan Perintis Polda memukul secara brutal beberapa orang mahasiswa yang melakukan protes atas pemukulan Agus, seorang Mahasiswa Fakultas Pertanian Untad, Selasa (7/1l). Polisi telah melakukan tindakan anarkis secara membabi buta, padahal hanya persoalan sepele saat diteriaki mahasiswa dengan kata “Tailaso”. ”Secepat itukah polisi naik pitam hanya gara-gara diteriaki Tailaso. Ternyata polisi belum profesional karena tidak mampu mengendalikan emosi, “tutur sebuah sumber yang enggan namanya dikorankan disela-sela terjadinya aksi unjuk rasa mahasiswa di kompleks Mapolda Sulteng. Rabu (8/11). Karenanya tidak ayal lagi sejumlah organisasi masyarakat mengecam tindakan brutal polisi, antara lain datang dari pihak LBH Rakyat Palu dan Front Mahasiswa Indonesia Sulawesi Tengah (FMI-ST). Menurut siaran pers LBH Rakyat Palu yang dikirim ke kanton Redaksi Nuansa Pos, Kamis (9/11). ditandatangani Muh Rasyidi Bakry SH, menyatakan sikap: 1. Mengecam prilaku biadab kepolisian terhadap mahasiswa, 2. Menghimbau kepada pihak yang berwenang untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas, 3. Menghimbau pimpinan Polri khususnya yang ada di Palu agar konsisten dengan upaya reformasi internal daiam tubuh aparat kepolisian. Sedangkan Front Mahasiswa Indonesia Sulawesi Tengah (FMI-ST) yang memiliki tiga basis organisasi mahasiswa yakni Aksi Mahasiswa Untuk Demokrasi (Amuk) dari Unismuh Palu, Keluarga Besar Universitas Tadulako (Kabut) Untad dan Gerbong Menuju Mahasisa, (GMM) dari STAIN Datokarama Palu. FMIST telah mengirim surat peryataan sikapnya ke Nuansa Pos yang ditandatangani Ketua Umum FMI-ST Mahfud Masuara Kamis (9/11). FMI-ST yang mempunyai organ pusat yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menyatakan sikapnya: 1. Mengutuk keras tindakan represif aparat kepoilisian yang dilakukan terhadap mahasiswa Untad, Menuntut kepada Kapolda Sulteng untuk menindak tegas terhadap oknum pelaku yang terlibat, dan Cabut Dwi Fungsi TNI (Mch)
|
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Konsultasi Hukum

Jika Anda punya persoalan menyangkut hukum. Silahkan konsultasikan kepada kami. Anda bisa datang langsung ke kantor kami. Konsultasi juga bisa melalui email. Melalui email silahkan klick sini













