Login Form






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

Random Photo

Syndicate

Beranda arrow Arsip Berita arrow Tahun 2000 arrow LBHR Palu Kecam Kebiadaban Aparat Polri
LBHR Palu Kecam Kebiadaban Aparat Polri PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Ferry   
Sabtu, 01 Maret 2008
SKH Nuansa Pos; Senin, 13 November 2000
LBHR Palu Kecam Kebiadaban Aparat Polri
Rasyidi: Polri Tetap Konsisten dengan Upaya Reformasi Internal
 
Palu, Nuansa Pos Lembaga Bantuan Hukum Rakyat (LBHR) Palu, sangat mengecam sikap aparat Poiri yang telah menganiaya Mahasiswa, Rabu (8/11) di jalan Samratulangi Palu. Pasalnya tindakan yang dilakukan aparat Polri tersebut, sangat menyalahi nilai prikemanusiaan yang ada, apalagi saat menangkap, dengan sikap yang begitu semena-mena terhadap para Mahasiswa. Bukan hanya itu, para aparat dengan sikap membabi buta telah ikut pula mendobrak pintu rumah masyarakat, yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan hal itu.
     “Kami (LBHR, red) sangat mengecam tindakan represif berlebihan yang dilakukan anggota Poiri terhadap mahasiswa yang melakukan demonstrasi,” kata Direktur Eksekutif LBHR Muh Rasyidi Bakri pada Nuansa Pos di ruang kerjanya, Rabu (8/11). Komitmen Polri untuk merubah diri dengan prilaku lebih profesional dan menjadi pengayom masyarakat lahjutnya, ternyata masih hanya sebatas slogan kosong.
      Tindakan kekerasan yang kembali dipertontonkan dengan memukuli mahasiswa di depan kampus Untad dan pada saat aksi mahasiswa memprotes kebiadaban tersebut, menjadi bukti nyata betapa aparat kepolisian masih bermental militeristik. “Komitmen Polri untuk merubah jati din dengan lebih profesional merupakan slogan yang kosong belaka. Karena terbukti tindak kekerasan yang dilakukan selama dua hari merupakan bukti nyata bahwa aparat kepolisian masih berjiwa militeristik, “paparnya.
     Hal itu terlepas dari apakah itu tindakan oknum atau bukan menurut Rasyidi, yang pasti bahwa sikap tersebut adalah sebuah prilaku biadab yang masih mencerminkan mentalitas aparat Polri dimasa lalu. Karena prilaku sok kuasa dan merasa lebih superior dari masyarakat lain, terkesan seolah masih membudaya di kalangan prajurit Polri yang notabene senantiasa menggumbar janji untuk merubah prilaku dan watak mereka.
     Tetapi lebih jauh alumni Hukum Untad ini menjelaskan, kalau memang ini hanya prilaku oknum (seperti apologi yang sering dilontarkan kalangan perwira Polri atas berbagai praktek kekerasan sering dilakukan angnggotanya, red). Maka setidaknya harus mentanyakan, sejauh mana komitmen Polri untuk merubah diri mereka? Bagaimana sistem yang diterapkan Polisi pasca lepas dari ABRI? Ataukah semua itu hanya sebatas slogan saja? Karena terbukti kejadian yang sama selalu berulang-ulang terjadi.
     Olehnya LBHR Palu, menghimbau kepada pihak yang berwenang untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas, bagi pimpinan Polri khususnya yang ada di Palu agar konsisten dengan upaya reformasi internal di dalam tubuh aparat kepolisian. (Nas/Ria)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >