Publikasi Media
| Berita |
| Arsip Berita |
| Tulisan |
Welcome
| Beranda |
| Hubungi Kami |
| Links |
| TENTANG KAMI |
| PUBLIKASI |
| SEARCH |
Kampanye
| Bulletin |
| Buku |
| Poster |
| Kertas Posisi |
Login Form
Random Photo
Beranda
Arsip Berita
Tahun 2000
Wartįwan Dipukul, LBH Rakyat-Palu Kecam Polisi
Arsip Berita
Tahun 2000
Wartįwan Dipukul, LBH Rakyat-Palu Kecam Polisi | Wartįwan Dipukul, LBH Rakyat-Palu Kecam Polisi |
|
|
|
| Ditulis Oleh Ferry | |
| Sabtu, 01 Maret 2008 | |
|
MERCUSUAR; 8 November 2000 Mapolsek Paltim Diobrak-abrik * Wartáwan Dipukul, LBH Rakyat-Palu Kecam Polisi Palu, Mercusuar- Ratusan mahasiswa Untad mengobrak-abrik Markas Polsek Palu Timur (Mapolsek Paltim) yang terletak di Kelurahan Tondo, menyusul aksi pemukulan yang dilakukan aparat Perintis Polresta Palu terhadap mahasiswa bernama Agus. Akibatnya kaca jendela mapolsek yang berhadapan dengan Gedung Pemuda itu, hancur. Selain Mapolsek, tiga rumah asrama anggota polisi juga menjadi sasaran amukan mahasiswa. Seluruh kaca jendela bagian depan tiga rumah tersebut hancur. Pengamatan Mercusuar kemarin sore, baik markas dan asrama dijaga aparat dan kesatuan TNI AL. Menurut Kapolsek Palu Timur Iptu M Taufik Lamakarate SH, selain merusak kaca jendela mahasiswa juga merusak televisi dan alat komunikasi atau Handy Talky (HT). Belum diketahui berapa kerugian akibat kerusakan itu. Taufik mengatakan, penyerangan di markas terjadi sekitar pukul 14.15 wita. Saat itu, markas hanya dijaga tiga orang anggota Shabara. “Saya tidak tahu kalau markas ini akan diserang,” kata Taufik yang mengaku saat penyerangan terjadi dirinya bersama tiga anggota lainnya berada di TKP (Tempat Kejadian Perkara) setelah terjadi pemukulan terhadap mahasiswa. Selain dialami mahasiswa, tindakan main hakim sendiri juga dialami wartawan Tabloid Formasi, Andi Mizwar. Andi Mizwar yang sedang meliput bentrokan mahasiswa dan aparat, tiba-tiba dipukul anggota Brimob dengan menggunakan senjata. Aparat nampaknya tidak pandang bulu meskipun Andi Mizwar sendiri sudah mengaku wartawan dengan cara mengeluarkan kartu identitasnya. Perlakuan kasar ini jelas tidak diterima Andi dan mengancam akan memperkarakan ke pengadilan. Saksi mata yang mengetahui pernukulan terhadap wartawan, menyebutkan ada tiga anggota Brimob pelakunya, yakni Wowor, Primanto dan Dono.R Pemukulan terhadap wartawa ini mengundang reaksi para wartawan lainnya, dan berencana akan mengajukan protes ke Polda Sulteng. Sementara General Manager (GM) Tabloid Formasi H Nugtji Hi All merencanakan akan memproses kasus ini sesuai hukum. “Ini pelecehan terhadap profesi wartawan,” kata Badri Djawara wartawan Formasi mengutip pimpinannya itu, tadi malam. KECAM POLISI Aksi pemukulan aparat polisi terhadap mahasiswa mengundang reaksi yang bernada kecaman dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat-Palu. Dalam statemen tertulis yang ditanda tangani Direktur Eksekutif Muh Rasyidi Bakry SH menyebutkan tindakan kekerasan polisi mencerminkan mentalitas Polri masih seperti di masa Orde Baru.
Menurut LBH Rakyat-Palu, komitmen Polri untuk merubah diri dengan perilaku secara profesional dan menjadi pengayom masyarakat ternyata masih sebatas slogan kosong. Peristiwa pemukulan kemarin itu membuktikan polisi masih bermental militeristik. “Kami mempertanyakan sejauh mana komitmen Polri untuk merubah diri sendiri,” demikian LBH Rakyat-Palu. Pernyataan tertulis yang diterima Mercusuar, tadi malam memuat tiga sikap. Yakni mengecam perilaku biadab aparat kepolisian terhadap mahasiswa. Menghimbau pihak yang berwenang untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas dan menghimbau pimpinan Polri di Palu agar konsisten dengan upaya reformasi internal di dalam tubuh Polri khususnya di Sulawesi Tengah. (sya) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Konsultasi Hukum

Jika Anda punya persoalan menyangkut hukum. Silahkan konsultasikan kepada kami. Anda bisa datang langsung ke kantor kami. Konsultasi juga bisa melalui email. Melalui email silahkan klick sini













