Login Form






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

Random Photo

Syndicate

Beranda arrow Arsip Berita arrow Tahun 2008 arrow Puluhan Massa Datangi Polda Sulteng
Puluhan Massa Datangi Polda Sulteng PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Ferry A   
Senin, 31 Maret 2008

SKH Suara Sulteng, Senin 31 Maret 2008

Puluhan Massa Datangi Polda Sulteng

PALU- Terkait tindakan represif aparat kepolisian terhadap pedagang kaki lima (PKL) dan sejumlah mahasiswa Universitas Haluleo (Unhalu) di Kendari, Sulawesi Tenggara beberapa waktu, puluhan massa mendatangi Polda Sulteng, Sabtu (29/3).
    Lita, selaku coordinator aksi dalam orasinya menuturkan, sepanjang Pebruari 2008, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melakukan serangkaian penggusuran terhadap PKL di kota itu, dengan alasan penataan kota dan pembangunan pasar baru.
    Lita juga mengatakan, penggusuran yang mendapat perlawanan dari kelompok pedagang yang berunjuk rasa di depan Kantor Walikota Kendari pada Rabu (26/3) lalu, harus mendapat tindakan represif dari aparat kepolisian setempat, hal yang sama juga terjadi terhadap aksi solidaritas Sarekat Hijau Indonesia (SHI) cabang Sultra dan mahasiswa Unhalu.

    Dalam aksi itu juga massa mengecam tindakan yang dipertontonkan aparat kepolisian yang mengakibatkan sejumlah masyarakat mengalami luka pukul, luka tikaman benda tajam dan luka akibat tembakan peluru karet dari aparat kepolisian setempat. “Segala bentuk kekerasan terhadap rakyat harus dihentikan.” Tegas Lita.
    Sementara itu, Ketua Persatuan Masyarakat Rakyat Miskin Sulawesi Tengah (PMMRST) Aristan, selaku juru bicara aksi saat itu membacakan pernyataan sikap, bahwa Solidaritas Anti Kekerasan Sulteng, pertama, mengutuk dan mengecam keras aksi aparat kepolisian di Kendari, serta mendesak Kapolri untuk mencopot Kapolda Sultra dan Kapolresta Kendari.
    Kedua, mengutuk dan mengecam keras Walikota Kendari dan mendesak DPRD Kota Kendari untuk mencopot Ir. Asrun, M.Eng dari jabatan sebagai Walikota Kendari, Ketiga, mendesak Komnas HAM untuk mengusut tuntas kasus kekerasan yang terjadi di Kendari
    Keempat, menyerukan kepada seluruh rakyat dan elemen pro demokrasi, mengutuk dan melawan aksi kekerasan tersebut untuk menghentikan politik facis dalam menghadapi tuntutan kesejahteraan rakyat.
    Kelima, tidak ada jalan lain untuk mensejahterakan dan menyelesaikan persoalan krisis yang terjadi di negara ini, selain hanya dengan menurunkan harga sembilan bahan pokok (Sembako), membuka lapangan kerja seluas-luasnya serta memberantas korupsi.
    Keenam, segera menghapus utang luar negeri yang membenani anggaran rakyat. ketujuh, segera menasionalisasi industri pertambangan yang kuasai oleh perusahaan asing sebagai sumber-sumber pendapatan baru untuk menutupi kebutuhan rakyat mengatasi krisis ekonomi saat ini.
Kedelapan, memastikan jaminan tersedianya modal dan keamanan bagi pedagang kaki lima, menghentikan penggusuran dan seluruh sector produksi rakyat untuk mengembangkan usaha ekonominya agar dapat hidup sejahtera.
    Aksi massa yang dimulai dengan long march dari Jl Suprapto menuju Polda Sulteng itu menarik perhatian sebagian masyarakat dan sempat membuat jalan macet itu diikuti dari berbagai elemen antara lain, Walhi Sulteng, Sarekat Hijau Indonesia (SHI) Sulteng, AGRA, STD, FMN, SPHP, PBHR Sulteng, ILPS, LBH-ST, FNPBI, LMND, Kontras Sulawesi, Amasuta, JATAM Sulteng, UPLINK Palu, JARAK Sulteng, HMI Cabang Palu, DPD Tingkat I Papernas Sulteng, KPW PRD Sulteng, KPI, YPR, YTM, YAMMI, dan Ukom Fakultas Hukum. RIF

Pemutakhiran Terakhir ( Rabu, 04 Pebruari 2009 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >