Publikasi Media

Berita
Arsip Berita
Tulisan

Login Form






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

Random Photo

Syndicate

Beranda
Pemkot Seriusi Krisis Air Bersih di Layana PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 2
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Administrator   
Senin, 02 Pebruari 2009
Media Alkhairat  Rabu , 28 Januari 2009
Pemkot Seriusi Krisis Air Bersih di Layana

 
PALU – Pemerintah kota palu dalam waktu dekat akan mengatasi krisis air bersih di Kelurahan Layana  pasca banjir menghantam wilayah tersebut.
    Hal itu terungkap dalam diskusi regular dengan masyarakat miskin dengan tema “ Percepatan solusi atas pemenuhan air bersih di Kota Palu”, yang digelar Perhimpunan Bantuan Hukum Rakyat (PBHR) Sulawesi Tengah, selasa (27/1) di Aula PBHR Sulteng dibilangan jalan Sutoyo.

    Pada kesempatan itu Wakil Walikota kota Palu Mulhanan Tombolotutu mengatakan, pemerintah Kota Palu kurun seminggu kedepan akan berupaya memberikan solusi jangka pendek terhadap krisis air bersih yang dialami masyarakat layana indah dan sekitarnya, sebelum melakukan pembenahan (rehabilitasi) terhadap sarana air bersih yang rusak akibat bencana banjir beberapa waktu lalu.
   “Besok (rabu,28/1) saya bersama pihak PDAM, Kimpraswil, Lurah Layana serta perwakilan masyarakat Layana Indah akan bertemu membicarakan solusi itu,” kata Mulhanan.
    Mulhanan menyebutkan sulosi sementara itu diambil sambil menunggu asistensi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Palu yang didalamnya memuat masalah anggaran perbaikan dan pembangunan sarana air bersih di wilayah itu.
    “Yang jelasnya, kita tinggal tunggu selesainya Asistensi APBD tersebut yang memakan waktu cukup lama hingga tiga bulan kedepan. Jika hal itu telah selesai makan permasalahan yang dialami masyarakat layana akan segera teratasi,” jelasnya.
     Mulhanan menambahkan, dalam menganggarkan permasalahan krisis air bersih di Layana, Pemkot tidak mau gegabah. Sebab anggaran yang dimasukan ke APBD benar-benar harus tepat sasaran sehingga bermanfaat bagi masyarakat.
    “Ini kami lakukan karena pengelolaan anggaran harus bisa dipertanggungjawabkan peruntukannya, sehingga ketika diaudit BPK tidak timbul permasalah di kemudian hari,” katanya.
    Dia juga mengakui, sebagian masyarakat kota Palu belum semua terlayani air bersih teramsuk masyarakat yang ada di Layana. Hal ini kedepannya mendorong pihak Pemkot bersama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Palu dan Dinas Pekerjaan Umum Permukiman Prasarana Wilayah, berupaya semaksimal mungkin mengatasi krisis air bersih tersebut.
    Sementara itu, Suyono warga Layana Indah mengaku, baik nsebelum banjir maupun sesudah bencana menghantam wilayah tempat tinggalnya, masyarakat mengalami krisis air bersih yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
    “Sudah cukup lama hal ini terjadi, sejak air dari Vatutela tidak lagi mengalir ketempat kami,” keluhnya.
    Suyono bersama masyarakat layana lainnya berharap, Pemkot dapat mencarikan alternative mengatasi krisis air bersih yang dialami masyarakat Layana ini, sehingga kedepannya masyarakat dapat mememnuhi kebutuhan akan air bersih dalam kehidupan sehari-harinya.
    “Selama ini kami tinggal mengambil air bersih dari satu sumber yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal kami. Jal ini membatasi kami dalam memanfaatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” tandasnya. (rahman)


Mercusuar kamis, 29 Januari 2009
Layana Masih Krisis Air Bersih

 
Palu, Mercusuar – Sudah hampir tujuh bulan warga kelurahan Layana Kecamatan palu Timur, kesulitan air berish. Pasalnya beberapa jaringan pipa air tak berfungsi akibat bencana banjir.
    Untuk mendapatkan air minum, mandi  dan mencuci, warga harus rela antrian di hidran umum yang ada di Masjid Al Hidayah. Itu pun debit airnya kecil karena sebagian warga menyambung langsung kerumahnya menggunakan mesin pompa.
    Sedikitnya enam perwakilan warga layana yang didampingi Kepala Kelurahan Layana Indah menghadap Walikota Rusdy Mastura, kemarin (28/1). Tokoh masyarakat layana itu diterima langsung walikota diruang kerjanya guna menyampaikan persoalan yang dihadapi.
    Kepala Kelurahan Layana Indah, Burhan, kepada Koran ini mengatakan warganya sudah tak tahan dengan kondisi seperti itu. Mereka butuh perhatian dari pemerintah agar kesulitan tersebut segera berakhir. Di Layana kata Burhan terdapat mesin untuk menarik air bawah tanah. Namun kendalanya, warga mulai kesulitan menyiapkan biaya pembelian bahan bakar untuk menghidupkan mesin tersebut.
    “Kalau setiap hari keluar uang untuk beli solar, wargakan repot juga, lagian uang dari mana semua sementara kebutuhan warga masih banyak,” kata Burhan.
    Menyikapi keluhan warga Layana tersebut, Walikota Rusdy Mastura langsung memerintahkan kepala PDAM Kota Palu untuk menalangi biaya pembelian bahan bakar mesin pompa air selama enam bulan. Pekerjaan pipanisasi di kelurahan layana akan ditangani langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi (PU Pertamben). Kota Palu pada pertengahan tahun 2009. MAN
Pemutakhiran Terakhir ( Kamis, 18 Juni 2009 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >