Publikasi Media
| Berita |
| Arsip Berita |
| Tulisan |
Welcome
| Beranda |
| Hubungi Kami |
| Links |
| TENTANG KAMI |
| PUBLIKASI |
| SEARCH |
Kampanye
| Bulletin |
| Buku |
| Poster |
| Kertas Posisi |
Login Form
Random Photo
Beranda
Arsip Berita
Tahun 2009
Sarana PAUD Akan Dibangun di Poboya
Arsip Berita
Tahun 2009
Sarana PAUD Akan Dibangun di Poboya | Sarana PAUD Akan Dibangun di Poboya |
|
|
|
| Ditulis Oleh Ferry | |
| Selasa, 17 Pebruari 2009 | |
|
SKH Mercusuar, Sabtu 14 Februari 2009 Sarana PAUD Akan Dibangun di Poboya PALU – Wali Kota Palu Rusdi Mastura berjanji, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu dalam waktu dekat akan segera mendirikan sarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kelurahan Poboya. Pemkot juga merencanakan pembangunan fasilitas pendidikan satu atap antara SD dan TK di kelurahan tersebut. Namun, upaya tersebut akan dilakukan secara bertahap karena anggaran Pemkot terbatas. Hal tersebut diungkapkan Rusdy Mastura dalam diskusi regular dengan tema Pendidikan Anak Usia Dini; Antara Hak Asasi dan Kebijakan Pemkot, yang digelar Perhimpunan Bantuan Hukum Rakyat (PBHR) Sulteng, Jum’at (13/2).
Saat ini, kata Cudy, kebijakan pendidikan di Kota Palu diarahkan pada peningkatan mutu pembelajaran melalui penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi Kawasan (KBKK). Kemudian diikuti dengan upaya peningkatan status sekolah bertaraf nasional dan internasional yang diawali dengan In House Training (IHT) untuk mendapatkan ISO 9001-2009. Untuk itu, Pemkot berharap agar upaya-upaya tersebut mendapat dukungan dari pihak DPRD Palu. Kadis Pendidikan Kota Palu, Ardiansyah Lamasituju menambahkan, perencanaan program peningkatan dan pengembangan mutu pendidikan di Kota Palu akan terus digalakkan, terutama menyangkut kualitas guru beserta sarana dan fasilitas pendidikan. Terkait dengan PAUD akan disesuaikan dengan standar guru dan bangunan, karena terdapat beberapa prosedur yang dilakukan dalam melakukan pengelolaan PAUD sehingga memang diperlukan kerjasama dengan yayasan untuk memperbaiki program tersebut. Biasanya, keinginan untuk mendirikan PAUD, sehingga seringkali terkendala dalam hal pembiayaan guru-guru dan pembinaan. “Namun, khusus untuk TK Poboya, kalau sudah terbangun, nanti kami akan mengirimkan pengajar. Kami akan mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat untuk anggaran pembangunan SD dan TK satu atap itu,” katanya. DAR Suara SultengNews, Senin 16 Februari 2009 Sarana PAUD Akan Dibangun di Poboya PALU – Pemerintah Kota Palu (Pemkot) akan terus melakukan terobosan untuk menjawab beberapa persoalan yang terjadi di masyarakat khususnya masalah sarana pendidikan. Salah satunya adalah membangun sarana pendidikan anak usia dini (PAUD). Rencana itu akan pemkot buktikan dengan membangun sara PAUD di Kelurahan Poboya. Hal ini terungkap saat digelar diskusi regular Perhimpunan Bantuan Hukum Rakyat (PBHR) Sulteng, menghadirkan Walikota Palu, H. Rusdi Mastura, Wakil Ketua DPRD Kota Palu, Arifin Sunusi SH, Serta Kadis Pendidikan (Disidik) Kota Palu, Ardiansyah Lamasituju, SPd. Diskusi regular tersebut mengangkat tema “Pendidikan Anak Usia Dini; Antara Hak Asasi dan Kebijakan Pemkot”, Jumat (13/2). Selain sarana pendidikan PAUD, Pemkot Palu juga akan berencana membangun fasilitas pendidikan satu atap antara SD dan TK di Kelurahan Poboya. Dalam diskusi tersebut, Walikota Rusdy Mastura menyatakan bahwa Pemerintah Kota Palu berkomitmen penuh untuk dapat memenuhi sarana dan fasilitas pendidikan di segala usia. Namun, upaya tersebut akan dilakukan secara bertahap karena anggaran Pemkot terbatas. ”Tapi Pemkot akan tetap mengupayakan pembangunan sarana sekolah dan fasilitas belajar bagi masyarakat, agar kualitas pengembangan sumberdaya manusia kita mampu mengejar ketertinggalan dibangding daerah-daerah lainnya,” ujar Walikota Rusdy Mastura. Lebih lanjut, Walikota menguraikan langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah terkait dengan hal tersebut, dengan membangun Madrasah bertaraf Internasional yang dibiayai oleh Departemen Agama RI dan pembangunan politehnik yang berbasis kompetensi daerah/local. Saat ini, arah kebijakan pendidikan Kota Palu pada peningkatan mutu pembelajaran melalui penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi kawasan (KBKK). Kemudian diikuti dengan upaya peningkatan status sekolah bertaraf nasional dan internasional yang diawali dengan In House Training (IHT) untuk mendapatkan ISO 9001-2009. Untuk itu, Pemkot berharap agar upaya-upaya tersebut mendapat dukungan dari pihak DPRD Palu. Sementara, menurut Arifin Sunusi, DPRD Kota Palu akan terus mendorong kebijakan politik terhadap pengembangan dan peningkatan sarana dan fasilitas pendidikan di Kota Palu. Wakil Ketua DPRD Kota ini berkomitmen untuk mengupayakan adanya dukungan dari anggota DPRD lainnya. Sedangkan kadis Pendidikan Kota Palu, Ardiansyah Lamasituju menyampaikan bahwa perencanaan program peningkatan dan pengembangan mutu pendidikan di Kota Palu akan terus digalakkan terutama menyangkut kualitas guru beserta sarana dan fasilitas pendidikan. Terkait dengan PAUD akan disesuaikan dengan standart guru dan bangunan. Karena ada beberapa prosedur yang dilakukan dalam melakukan pengelolaan PAUD sehingga memang diperlukan kerjasama dengan yayasan untuk memperbaiki program tersebut. Biasanya keinginan untuk mendirikan PAUD, seringkali terkendala dalam hal pembiayaan guru-guru dan pembinaan. Menurut Kadisdik Ardiansyah, khusus untuk TK Poboya kalau sudah terbangun, pihaknya akan mengirimkan pengajar. “Kami akan mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat untuk anggaran pembangunan SD dan TK satu atap,” kuncinya. ARF Media Alkhairaat, Senin 16 Februari 2009 Sarana Pendidikan PAUD di Poboya Akan Dibangun PALU – Pemerintah Kota akan ters melakukan terobosan untuk menjawab beberapa persoalan yang terjadi di masyarakat Kota Palu, diantaranya mengenai sarana pendidikan usia dini (PAUD) di Kelurahan Poboya yang selama ini tidak ada. Hal ini diungkapkan oleh Walikota Palu H. Rusdy Mastura bersama Wakil Ketua DPRD Kota Palu Arifin Sunusi, serta Kadis Pendidikan Kota Palu Ardiasyah Lamasituju dalam diskusi regular dengan tema “Pendidikan Anak Usia Dini: Antara Hak Asasi dan Kebijakan Pemkot”. Diskusi ini difasilitasi Perhimpunan Bantuan Hukum Rakyat (PBHR) Sulteng, Jumat (13/2) lalu. Selain sara pendidikan PAUD, Pemkot Palu juga akan berencana membangun fasilitas pendidikan satu atap antara SD dan TK di Kelurahan Poboya. Dalam diskusi tersebut, Walikota Palu menyatakan bahwa Pemerintah Kota Palu berkomitmen penuh untuk dapat memenuhi sarana dan fasilitas pendidikan di segala usia. Namun, upaya tersebut akan dilakukan secara bertahap karena anggaran Pemkot terbatas. “Tapi Pemkot akan tetap mengupayakan pembangunan sarana sekolah dan fasilitas belajar bagi masyarakat agar pengembangan sumberdaya manusia kita mampu mengejar ketertinggalan disbanding daerah-daerah lainnya,” ujar H. Rusdy mastura. Labih lanjut, Walikota menguraikan bagaimana langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah terkait dengan hal tersebut dalam bentuk pembangunan madrasah bertaraf internasional yang dibiayai oleh Departemen Agama RI dan pembangunan politekhnik yang berbasis kompetensi daerah/local. Menurut dia, saat ini arah kebijakan pendidikan Kota Palu pada peningkatan mutu pembelajaran melalui penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi Kawasan (KBKK). Kemudian diikuti dengan upaya peningkatan status sekolah bertaraf nasional dan internasional yang diawali dengan In House Training (IHT) untuk mendapatkan ISO 9001-2009. Untuk itu, Pemkot berharap agar upaya-upaya tersebut mendapat dukungan dari pihak DPRD Palu. Sementara menurut Arifin Sunusi, DPRD Kota Palu akan terus mendorong kebijakan politik terhadap pengembangan dan peningkatan sarana dan fasilitas pendidikan di Kota Palu. Wakil Ketua DPRD Kota ini berkomitmen untuk mengupayakan adanya dukungan dari anggota DPRD lainnya. Sedangkan selaku Kadis Pendidikan Kota Palu, Ardiansyah Lamasituju menyampaikan bahwa perencanaan program peningkatan dan pengembangan mutu pendidikan di Kota Palu akan terus digalakkkan terutama menyangkut kualitas guru beserta sarana dan fasilitas pendidikan. Terkait dengan PAUD kata Ardiansyah, akan disesuaikan dengan standar guru dan bangunan. Karena ada beberapa prosedur yang dilakukan dalam melakukan pengelolaan PAUD sehingga memang diperlukan kerjasama dengan yayasan untuk memperbaiki program tersebut. Biasanya keinginan untuk mendirikan PAUD, seringkali terkendala dalam hal pembiayaan guru-guru dan pembinaan. “Khusus untuk TK Poboya kalau sudah terbangun, nanti kami akan mengirimkan pengajar. Kami akan mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat untuk anggaran pembangunan SD dan TK satu atap,” tandasnya. (rahman) |
|
| Pemutakhiran Terakhir ( Kamis, 18 Juni 2009 ) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Konsultasi Hukum

Jika Anda punya persoalan menyangkut hukum. Silahkan konsultasikan kepada kami. Anda bisa datang langsung ke kantor kami. Konsultasi juga bisa melalui email. Melalui email silahkan klick sini













