Login Form






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

Random Photo

Syndicate

Beranda arrow Arsip Berita arrow Tahun 2009 arrow Pilkada Palu - PKS-Golkar usung kader sendiri
Pilkada Palu - PKS-Golkar usung kader sendiri PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 1
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Administrator   
Sabtu, 25 Juli 2009

Harian Umum Media Alkhairaat, 25 Juli 2009

Pilkada Palu

PKS-Golkar usung kader sendiri

 

Palu – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Golkar Palu memastikan akan mengusung kader sendiri dalam kompetisi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Palu, medio 2010 mendatang.

   “Yang pasti, PKS tidak mengusung dari luar partai,. Kami juga punya kader-kader terbaik,” kata Ketua DPW PKS Sulawesi Tengah, Zainuddin Tambuala”.

     

   Menurut Zainuddin, calon walikota palu mendatang harus memiliki track record (rekam jejak) dan visi yang baik untuk membangun Kota Palu dan meningkatkan kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), “Bayangkan saja, sejumlah SKPD sekarang ini dinilai minus oleh BPK,” kata Zainuddin.

  Sementara itu, Wakil Sekretaris Golkar Kota Palu, Erman Lakuana menyatakan, calon walikota Palu nanti akan ditentukan melalui mekanisme Rapat Pimpinan Daerah Khusus (Rapimdasus), sesudah Musyawarah Daerah (Musda). “Dalam Rapimdasus akan dipastikan kader yang diutus. Dalam forum itu juga akan diklarifikasi kabar pengunduran diri Rusdy Mastura,” kata Erman.

  Erman menyebutkan, selain Rusdy Mastura, sejumlah kader Golkar memiliki kualifikasi sebagai calon walikota, seperti Andi Mulhanan Tombolotutu, Helmi D Yambas, Muhammad Wartabone dan Anshar Yahya.

  Terkait Pilkada Kota Palu ini, Direktur PBHR Sulteng, Muhammad masykur, calon walikota yang tepat memimpin Palu adalah yang memiliki rekam jejak bersih, kapasitas mumpuni, egaliter dan berkarakter kerakyatan, “Kalau calon tersebut memang ada, kami siap mendukungnya,’ kata Masykur.

  Menurut dia, rakyat butuh pemimpin yang visioner dan mempu mengadaptasi eskalasi perubahan serta tidak membebek pada dominasi kepentingan modal dan mengalienasikan kepentingan rakyat. “Seorang akademisi, tehnokrat yang aktif di masyarakat adalah pilihan baik, sebab sampai saat ini belum ada satupun pemerintah, kita hadir dari kelompok itu,” tambahnya. (Syarif/Irma)

Pemutakhiran Terakhir ( Rabu, 20 Januari 2010 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >