Publikasi Media

Berita
Arsip Berita
Tulisan

Login Form






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

Random Photo

Syndicate

Beranda
Situasi Buol Terkendali PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Administrator   
Kamis, 02 September 2010

Koran KOMPAS
Kamis, 2 September 2010 |


Situasi Buol Terkendali

Palu, Kompas - Kepala Polda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal (Pol) HM Amin Saleh menyatakan, situasi di Buol berangsur-angsur terkendali menyusul pertemuan antara tokoh masyarakat, adat, agama, dan keluarga korban bentrokan—yang melibatkan warga dan polisi, Selasa (31/8) malam hingga Rabu. Semua pihak diminta menahan diri agar situasi tidak kembali keruh.

   ”Saya sudah bertemu dengan tokoh warga setempat dan meminta untuk membantu menenangkan situasi. Situasi sudah terkendali dan saya akan terus melakukan pendekatan kepada masyarakat agar semua bisa mengendalikan diri,” kata Amin Saleh kemarin siang ketika dihubungi di sela-sela pertemuannya dengan tokoh masyarakat di Boul, 600 kilometer utara Kota Palu, Sulawesi Tengah.
    Hingga kemarin petang kor- ban tewas akibat bentrokan antara warga dan aparat kepolisian terus bertambah. Korban tewas yang pada Rabu dini hari dilaporkan dua orang bertambah menjadi tujuh orang pada sore hari. Selain itu, puluhan warga lainnya juga masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buol akibat luka berat dan luka ringan.
    Informasi yang diperoleh dari RSUD Buol dan Perhimpunan Bantuan Hukum Rakyat (PBHR), korban tewas adalah Amran S Abajalu (19), warga Kelurahan Kali, Kecamatan Biau; Ridwan (26), warga Kelurahan Leok II, Kecamatan Biau; Herman, warga Kelurahan Kali, Kecamatan Biau; dan Rasyid Jufri, warga Kelurahan Leok II, Kecamatan Biau. Selain itu, juga Muslimin, warga Kecamatan Paleleh; Alimin, warga Desa Pajekko, Kecamatan Lipunoto; dan Apang Kapuung, warga Kelurahan Leok 1, Kecamatan Biau.
     Bentrokan berlangsung pada Selasa pukul 21.30 Wita hingga Rabu dini hari. Kasus ini dipicu protes warga terkait tewasnya seorang tahanan polisi, Kasmir Timumum, di Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Biau di Buol.
     Penahanan Kasmir dilakukan menyusul kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan personel Polsek Biau, Briptu Ridwan, harus dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Sabtu malam pekan lalu. Dalam kecelakaan ini, Ridwan mengalami patah tulang.
     Kasmir diduga menabrak Ridwan yang tengah bertugas menertibkan aksi balapan liar sepeda motor malam itu. Pada Senin siang, polisi mengabarkan bahwa Kasmir meninggal dunia akibat gantung diri di tahanan.
     Kepala Polres Buol Ajun Komisaris Besar Amin Litarso hingga kemarin kepada pers juga menekankan bahwa ciri yang ada pada jasad Kasmir menandakan dia bunuh diri. ”Ciri utama yang rata-rata ada pada korban bunuh diri adalah keluarnya sperma dan patah tulang leher,” katanya.
Penjelasan senada dikemukakan Kapolda Sulteng. ”Saat ini saya berpendapat dan diperkuat oleh hasil visum, korban tewas akibat bunuh diri dengan cara gantung diri. Itu pendapat saya saat ini,” kata Amin Saleh.
    Hasil visum RSUD Buol, sebagaimana dijelaskan dr I Made Darmawan, kematian Kasmir akibat patah tulang leher dan saluran pernapasan yang terjepit. Tak ada kesimpulan bunuh diri.
     Hal inilah yang membuat warga meminta penjelasan polisi yang lebih detail, yang akhirnya berujung pada bentrokan yang menimbulkan kematian.
     Fraksi Partai Demokrat DPR, melalui anggotanya, Didi Irawadi Syamsuddin, di Jakarta meminta Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri mengusut tuntas kasus ini. ”Apalagi, kejadian itu telah mengakibatkan sejumlah korban tewas dan puluhan orang luka-luka,” katanya.
    Secara terpisah, Kepala Bidang Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Marwoto Soeto menyatakan, Kapolri telah membentuk tim pencari fakta untuk menginvestigasi kasus kekerasan dan perusakan Polsek Biau. ”Tim dipimpin oleh Wakil Kapolri,” katanya. (TRA/FER/REN/APA)
Pemutakhiran Terakhir ( Jumat, 04 Pebruari 2011 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >